Teks Cerita Sejarah

1. Teks cerita sejarah Asal Mula Telaga Tiga Warna

Dikisahkan, pada jaman dahulu kala, di puncak gunung Kelimutu yang disebut Bhua Ria (hutan lebat yang selalu berawan), bermukim Konde Ratu bersama rakyatnya. Di kalangan rakyat kala itu, terdapat dua tokoh yang sangat disegani, yaitu Ata Polo si tukang sihir jahat dan kejam yang suka memangsa manusia, dan Ata Bupu yang dihormati karena sifatnya yang berbelas kasih serta memiliki penangkal sihir Ata Polo.

Walaupun memiliki kekuatan gaib yang tinggi dan disegani masyarakat, keduanya berteman baik serta tunduk dan hormat kepada Konde Ratu. Ata Bupu dikenal sebagai petani yang memiliki ladang kecil di pinggir Bhua Ria, sedangkan Ata Polo lebih suka berburu mangsa berupa manusia di seluruh jagat raya.

Pada masa itu, kehidupan di Bhua Ria berlangsung tenang dan tenteram, sampai kedatangan sepasang Ana Kalo (anak yatim piatu) yang meminta perlindungan Ata Bupu karena ditinggal kedua orang tuanya ke alam baka. Karena sifatnya yang berbelas kasih, permintaan kedua anak yatim piatu tersebut dikabulkan oleh Ata Bupu namun dengan satu syarat, yaitu mereka harus menuruti nasehatnya untuk tidak meninggalkan areal ladangnya agar tidak dijumpai dan dimangsa oleh Ata Polo.

Pada suatu hari, Ata Polo datang menjenguk Ata Bupu di ladangnya. Setibanya di ladang Ata Bupu, Ata Polo mencium bau menusuk (bau mangsa) dalam pondok Ata Bupu. Segera meleleh air liur Ata Polo yang kemudian hendak mencari mangsanya di dalam pondok tersebut. Niat jahat Ata Polo tersebut diketahui oleh Ata Bupu yang segera menahan langkah Ata Polo sambil menyarankan kepadanya untuk datang kembali kelak setelah anak-anak tersebut sudah dewasa, karena saat ini mereka masih anak-anak, lagi pula dagingnya tentu tidak sedap untuk disantap.

Saran ini diterima oleh Ata Polo, yang kemudian pergi meninggalkan Ata Bupu yang sedang kebingungan memikirkan cara terbaik menyelamatkan dua anak manusia tadi.

Ancaman Ata Polo tadi begitu menakutkan bagi kedua anak manusia tersebut, sehingga ketika mereka mulai beranjak remaja atau menjadi Ko’ofai (gadis muda) dan Nuwa Muri (pemuda), mereka memohon izin pada Ata Bupu untuk mencari tempat persembunyian di gua-gua yang ada di luar ladang Ata Bupu.

Mereka akhirnya berhasil menemukan sebuah gua yang terlindung tumbuhan rotan dan akar beringin.

Ketika tiba saatnya, sesuai waktu yang telah disepakati, Ata Polo mendatangi pondok Ata Bupu untuk menagih janji. Namun karena ketika tiba di pondok Ata Bupu, dilihatnya kedua anak tersebut tidak berada di tempat, maka Ata Polo pun marah dan menyerang Ata Bupu dengan ganasnya. Menanggapi serangan Ata Polo yang tidak main-main, Ata Bupu segera membalas serangan itu dengan ilmu andalannya “magi puti” untuk menangkal “magi hitam” Ata Polo. Pada awalnya perkelahian keduanya berjalan seimbang karena keduanya memiliki ilmu yang tinggi dan setingkat. Namun, lama kelamaan tenaga Ata Bupu yang sudah tua kian melemah, sementara gempuran semburan api Ata Polo semakin gencar dan menjadi-jadi. Ata Bupu hanya bisa mengelak dengan gempa bumi. Akibatnya timbul gempa bumi dan kebakaran besar hingga kaki gunung Kelimutu. Ketika merasa tak mampu lagi menandingi kekuatan Ata Polo, Ata Bupu memutuskan untuk raib ke perut bumi. Akibatnya Ata Polo menjadi semakin murka dan menggila.

Ketika mencium bau dua remaja yang tengah bersembunyi di dalam gua, Ata Polo pun bertambah beringas. Namun takdir akhirnya menentukan bahwa Ata Polo harus tewas di telan bumi karena sepak terjangnya yang kelewatan. Kedua remaja yang tengah bersembunyi juga turut menjadi korban. Gua tempat persembunyian Ko’ofai dan Nuwa Muri runtuh akibat gempa dan menguburkan keduanya hidup-hidup.

Beberapa saat setelah kejadian itu, ditempat Ata Bupu raib ke perut bumi, timbul danau berwarna biru. Di tempat Ata Polo tewas ditelan bumi terbentuk danau yang warna airnya merah darah yang selalu bergolak. Sedangkan di tempat persembunyian Ko’ofai dan Nuwa Muri, terbentuk sebuah danau dengan warna air hijau tenang.

Ketiga danau berwarna tersebut, masing-masing oleh masyarakat setempat diberi nama sesuai dengan sejarah terbentuknya tadi, yaitu Tiwu Ata Polo (dipercayai sebagai danau tempat berkumpulnya arwah-arwah para tukan tenung atau orang jahat yang meninggal), Tiwu Nuwa Muri Ko’ofai (dipercayai sebagai danau tempat berkumpulnya arwah muda mudi yang meninggal), dan Tiwu Ata Mbupu (dipercayai sebagai danau tempat berkumpulnya arwah-arwah para tetua yang sudah meninggal).

Hingga kini, penduduk sekitar gunung Kelimutu percaya bahwa mereka dapat melakukan kontak dengan arwah orang tua atau leluhur mereka dengan memanggil nama orang tua atau Ieluhurnya sebanyak tiga kali di depan Tiwu Ata Mbupu. Menurut kepercayaan, setelah pemanggilan dilakukan, biasanya arwah orang tuanya atau leluhur akan datang dan memberikan petunjuk melalui mimpi. Kontak dengan orang tua/leluhur tersebut biasa dilakukan untuk mendapatkan petunjuk apabila terjadi musibah, seperti kehilangan barang atau ternak.

2. Sejarah Telaga Tiga Warna

Danau triwarna di pucuk Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terdiri atas 3 warna yang berubah-ubah. Ketiga danau itu adalah Tiwu Ata Polo, Nua Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Mbupu.

Warna air ketiga danau itu berbeda-beda—merah, hijau, dan biru—sehingga disebut danau triwarna. 

Perbedaan warna air danau disebabkan oleh perbedaan kandungan unsur-unsur kimia tertentu, seperti magnesium, ferum, zing, aluminium, atau sulfur. Jika unsur-unsur kimia tertentu bertambah kadarnya, warna air berubah.

Contohnya, warna hijau akibat pengaruh sulfur atau klor yang dominan, sedangkan merah hingga kehitaman pengaruh ferum alias besi. Klor merupakan unsur kimia berupa gas hijau-kuning. Nama klor berasal dari kata “khloros” yang dalam bahasa Yunani berarti kuning kehijauan.

Selain klor, warna hijau juga akibat meningkatkan kadar sulfur yang banyak terkandung di perut bumi seperti kawah gunung. Bertambahnya unsur kimia tertentu di dalam Danau Kelimutu itu akibat pengaruh gas dalam magma.

Itu berlaku di Danau Tiwu Ata Polo dan Nua Muri Koo Fai yang masih aktif. Lokasi kedua danau itu memang berdekatan. Konsentrasi ferum di Tiwu Ata Polo lebih sedikit. Begitu juga kadar sulfat relatif rendah ketimbang danau lain.

Unsur ferum teroksidasi dan menghasilkan senyawa ferihidroksida yang mengendap dan berwarna cokelat kemerahan. Di dasar danau itu terdapat koloid atau endapan berwarna cokelat kemerahan.

Sementara itu, di Nua Muri Koo Fai, kadar ferum sangat tinggi, 3.836,84 mg/liter. Hasil uji kualitatif di laboratorium menunjukkan, pada kondisi asam Fe2+ memberi warna hijau. Selain itu, kadar sulfat juga tinggi, mencapai 41.000 mg per liter.

Reaksi kimia senyawa ferosulfat menghasilkan senyawa ferihidroksida yang mengendap dan berwarna kehijauan. Bagaimana dengan warna putih? Kandungan belerang yang meningkat memicu perubahan warna menjadi putih.

Kadar belerang meningkat akibat tembusan fumarola atau tempat keluarnya gas di gunung berapi. Adapun Tiwu Ata Mbupu berstatus tidak aktif. Air di Danau Tiwu Ata Mbupu cenderung bening. Perubahan warna biasanya karena pengaruh alga.

Biota di dasar danau itu kemungkinan alga. Perubahan warna air danau karena populasi alga tertentu mendominasi. Warna air danau hijau lantaran populasi alga yang termasuk ordo Chloroficeae dominan. Sementara itu, dominasi alga berordo Cyanoficeae memberikan warna air kebiruan dan Rodoficeae kemerahan.

Pengamatan visual dari jarak 500 meter menunjukkan air Tiwu Ata Mbupu berwarna hijau tua kehitaman. Ketika didekati, air tampak jernih. Walau bening, air Tiwu Ata Mbupu tak bisa dikonsumsi karena pH 3–4. Tingkat keasaman air Nua Muri Koo Fai hanya 1, sedangkan Ato Polo 2.

Dugaan lain, perubahan warna karena pengaruh suhu. Mineral mempunyai sifat fisik yang dipengaruhi oleh panas. Panas itu berasal dari magma. Warna dominan ketiga danau itu mendekati hijau, biru, dan merah kecokelatan.

Perubahan warna air itu pertama kali diteliti oleh periset dari Belanda, B. van Suchtelen, pada 1915.

3. Struktur teks cerita sejarah Asal Mula Telaga Tiga Warna

Warna biru : Orientasi
Warna orange : Komplikasi
Warna ungu : Klimaks
Warna hijau : Resolusi
Warna merah : Reorientasi

4. Kaidah kebahasaan teks cerita sejarah Asal Mula Telaga Tiga Warna

1. Kalimat bermakna lampau : block orange
2. Konjungsi temporal : block biru
3. Konjungsi kausalitas : block hijau
4. Pronomina : block ungu
5. Verba material : block pink
6. Verba mental : block abu














Nama                             : Felira Sabrin Tambunan

Tempat, tanggal lahir : Medan, 20 November 2006

Kelas                              : XII IPA 3

Sekolah                          : SMA N 4 MEDAN

Tahun ajaran               : 2023/2024

Nama Ayah                   : Nirwan Johannes              Pangaduan Tambunan

Alamat                           : Jalan Darussalam 


Komentar

  1. Penjelasannya lengkap dan menarik ya!

    BalasHapus
  2. sangat mudah dipahami oleh pembaca

    BalasHapus
  3. terima kasih atas penjelasannya ya, saya jadi mengerti struktur teks cerita sejarah

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas penjelasannya yang tentunya sangat bermanfaat bagi saya , saya jadi mengerti apa itu Cerita Sejarah dan kalimatnya juga mudah untuk dipahami

    BalasHapus
  5. Penjelasan mudah dimengerti, lengkap,singkat dan padat.

    BalasHapus
  6. Penjelasan mudah dipahami, semangatt!

    BalasHapus
  7. Teksnya sudah cukup menarik dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  8. bagus banget penjelasannya mudah dipahami dan kata kata nya sangat bisa gampang di cernah dan sangat bermanfaat untuk pelajar

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. teksnya menarik dan penjelasannya mudah dipahami

    BalasHapus
  11. penjelasannya mudah dipahamiii

    BalasHapus
  12. ceritanya menarik dan penjelasan mudah dimengerti

    BalasHapus
  13. ceritanya menarik pembaca dan mudah di mengerti👍👍

    BalasHapus
  14. Keren, menarik untuk di baca, semangat ya!

    BalasHapus
  15. Keren banget ceritaanyaa. Semangat terusss Feliraaaaa

    BalasHapus
  16. wahh bagus banget penjelasannya, mudah dipahami oleh pembaca, tetap semangat yaa kak!

    BalasHapus
  17. Mantap dan menarik semangat terussss

    BalasHapus
  18. pembahasan dalam teks mudah dipahami, tingkatkan terus penulis!

    BalasHapus
  19. Cerita sejarahnya sangat menarik dan mengedukasi pembaca melalui struktur dan kebahasaannya

    BalasHapus
  20. penjelasan nya bagus,tapi masih ada minus nya🤔

    BalasHapus
  21. Cerita sejarah nya penjelasan nya mengedukasi bangettt ka felira

    BalasHapus
  22. Penjelasan nya lengkap dan menarik

    BalasHapus
  23. penjelasan serta keterangan nya sangat jelas dan menarik!!

    BalasHapus
  24. teks cerita sejarahnya berhubungan dengan teks sejarah yang disajikan, sangat menarik

    BalasHapus
  25. Penjelasannya bagus dan sangat menarik 👍

    BalasHapus
  26. Bagus, penjelasannya juga mantapp👍

    BalasHapus
  27. ceritanya mudah dipahami, saya jadi tahu airnya tiga warna karna adanya magnesium, sulfur, zing, dan ferum.

    BalasHapus
  28. Cocok sebagai penulis ya..Mantaf ❤️👍

    BalasHapus
  29. Panjelasannya sangat mudah dipahamii,kerenn

    BalasHapus
  30. Penjelasannya sangat mudah dipahami

    BalasHapus
  31. Penjelasan struktur dan kaidahnya sangat jelas dan singkat.

    BalasHapus
  32. terima kasih informasinya mudah dimengerti

    BalasHapus
  33. Kereeen, penjelasan mudah dipahamii 👍👍

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  35. Baguss, Penjelasan struktur dan kaidah kebahasaan nya sangat mudah untuk dipahami dan tidak ambigu, Lanjutkan bakatmu 😎🤘

    BalasHapus
  36. Keren bangettt kaa semangatt yah

    BalasHapus
  37. Terimakasih atas penjelasannya, mudah dimengerti dan dipahami. Tetap semangat untuk menulis hal hal yang lainnya yaa!

    BalasHapus
  38. ceritanya menarik dan nyambung dengan poin nomor 2. penjelasan mengenai struktur dan kaidah kebahasaannya juga tidak bertele tele.

    BalasHapus
  39. Wah bagus nih ceritanya, penjelasannya sangat lengkap dan terperinci, tampilannya struktur dan kaidah kebahsaan dengan warna yg berbeda membuat membuat pembaca tertarik dan mudah utk dipahami👍🏻

    BalasHapus
  40. wah penulisannya sangat keratif dan menarik, keren!!

    BalasHapus
  41. bagusss bangetttt, ceritanyaa mudahh di mengertiii.

    BalasHapus
  42. Baguuuuss bangeeeeettt, penjelasan cerita dengan struktur teks dan kaidah kebahasaan yg di buat dengan warna-warni membuat cerita mudah utk dimengerti, kereeeennn👏

    BalasHapus
  43. Penulisan cerita dan pemakaian tanda baca sangat baik. Makna kaidah kebahasaan dan struktur teks yang ingin di sampaikan juga dapat tersampaikan dengan baik. Good Job Lira👍🏻

    BalasHapus
  44. penjelasan yang menarik (⁠ノ゚⁠0゚⁠)⁠ノ⁠~

    BalasHapus
  45. pilihan cerita rakyatnya bagus dan penjelasannya menarik

    BalasHapus
  46. Makasihh penjelasan. Menarik bangett

    BalasHapus
  47. mang bole sekeren ini? mudahh dipahamii

    BalasHapus
  48. Penjelasan yang menarik dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  49. penjelasannya menarik serta dari segi penulisan juga rapi sehingga mudah dimengerti

    BalasHapus
  50. keren fel, mudah dipahami dan penjelasannya juga menarik.

    BalasHapus
  51. Ceritanya menarik dan mudah dipahami. Jadi menambah pengetahuan juga tentang telaga tiga warna

    BalasHapus
  52. baguss bangettt!!! penjelasannya sangatt mudahh dipahamiii

    BalasHapus
  53. sangat membantu saya dalam memahami teks cerita sejarah, penjelasan disimpulkan secara ringkas dan menarik, semangat!

    BalasHapus
  54. penjelasan yang diberikan sudah bagus, dan sangat mudah dipahami

    BalasHapus
  55. penjalasan diberikan sangat mudah dimengerti dan difahami

    BalasHapus
  56. Keren banget pemilihan katanya juga bagus banget. Mantep deh🔥🔥

    BalasHapus
  57. Keren banget, sangat membantu dan mudah dipahami. Semangat terus fell 🙌

    BalasHapus
  58. Penjelasannya sangat bagus dan mudah di pahami👍🏻

    BalasHapus
  59. sangat menarik dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  60. sangat menarik untuk dibaca dan penggunaan kata yang bagus, semangat

    BalasHapus
  61. Teks tersebut diceritakan berdasarkan urutan waktu dan secara kronologis yang kemudian menjadi sumber nilai sejarah. I like this one, thank you.

    BalasHapus
  62. kerennn, ceritanya menarik dan penjelasan yang diberikan mudah dimengerti.

    BalasHapus
  63. keren!! penjelasannya menarik dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  64. Cerita yang menarik dan penjelasan yang mudah dimengerti 👍👍👍

    BalasHapus
  65. Penjelasan yang mudah dimengerti

    BalasHapus
  66. Teks sejarahnya keren dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  67. ceritanya menambah wawasan mengenai sejarah terbentuknya telaga tiga warna, warna block soft sehingga menarik pembaca.

    BalasHapus
  68. Ceritanya sangat informatif dan menarik, serta penjelasannya mudah dipahami

    BalasHapus
  69. Mantap,penjelasan dan informasi yg diberikan sangat lengkap

    BalasHapus
  70. Mantap materinya sangat berguna, semoga dapat berguna bagi anak muda

    BalasHapus
  71. Sangat menarik, bahkan mudah untuk dipahami

    BalasHapus
  72. Ceritanya sangat menarik dan penjelasannya jugaa mudah di pahami

    BalasHapus

Posting Komentar